Jumat, 16 Agustus 2013

Pesan Moral dari Komik Crow After Match

Sebagai seseorang yang gemar membaca komik maka tak ada salahnya saya share sesuatu yang di dapatkan dari hasil bacaannya, ini adalah salah satu yang saya dapatkan dari hasil saya membaca komik "crow after ma" karangan Hiroshi Takahasi pada chapter 3.

Saya tertarik untuk mempublikasikan pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui tokoh Zetton ketika peperangan antar sekolah "tawuran" yang di sebabkan oleh salah satu murid sekolah yang merasa dirinya mampu melakukan hal itu walau dalam pikirnya ia bisa berbuat begitu karena di belakang mereka "backing" ada seekor harimau yang begitu kuat. tanpa ragu murid tersebut menantang sekolah lain untuk berperang, namun yang terjadi ketika siswa yang menantang sekolah lain bertarung itu melaporkan yang terjadi pada "harimau" yang bernama Bouya Harumichi, ia sama sekali tak direspon, malah Bouya yang kuat itu memakinya, karena ia anggap menantang sekolah lain berperang itu adalah tindakan kejahatan. dengan segala cara siswa itu membujuk bouya untuk membantunya menyelesaikan perang antar sekolah yang tak lama lagi terjadi, namun Bouya dengan dingin menanggapi perkataan temannya itu dengan berkata "jika kau mau berperang, silakan berperang, dan jangan pernah libatkan aku".
Setelah kejadian itu Bouya ta pernah masuk seolah lagi dan di sekolah itu tiap harinya ada saja siswa yang di hajar oleh sekolah yang di ajak berperang itu, hingga suatu hari ketikka Zetton sedang berada di atap "tempat favorit anak crow berkumpul" ia mendengar rengekan teman-temannya mengenai peperangan antar sekolah yang semakin memburuk dan rasa sesal terhadap Bouya yang tak kunjung membantunya.. Zetton dengan geram berbicara pada mereka. (silakan lihat di gambar berikut)

Setelah itu, Zetton mencari Bouya dan mengatakan hal yang terjadi di sekolahnya, tanpa pikir panjang bouya yang di tampilkan oleh pengarang komik ini sebagai sosok yang cuek dan bodoh, dia ingin mengakhiri peperangan yang terjadi antara dua sekolah itu. Bouyapun mendatangi sekolah yang sedang berselisih dengan sekolahya hanya bertemankan Zetton. walau Bouya tidak begitu menyukai kekerasan namun pada akhirnya demi menyelesaikan perselisihan antar sekolah ini dia berani mangambil resiko dengan menantang orang terkuat di sekolah itu di kandangnya. tanpa basa basi orang terkuat "bos"nyapun keluar dan memulai pertarungan dengan Bouya, namun tak banyak bertindak Bouya dengan hanya tiga menit saja berhasil membuat "bos" di sekolah itu kalah.



Begitulah Bouya menyelesaikan perselisihan yang terjadi, dengan tanpa disadari ia kmudian dinobatkan sebagai laki-laki terkuat di wilayahnya itu. namun Bouya merasa tidak nyaman dengan penyebutan dirinya sebagai yang terkuat, dan dia memutuskan untuk pergi dari kota itu.

Itulah kutipan cerita yang ada dalam komik "wors after match". jika ada yang bertanya mengapa saya post cerita ini? maka jawabannya karena sekarang di kota kita banyak yang seperti ini. beralaskan "geng" stiap orang bisa berbuat sesukanya walau nyatanya mereka berbuat seperti itu karena "geng" dan beralasan "SAYA MEMPUNYAI TEMAN BERANTEM YANG KUAT".

semoga bermanfaat ^_^ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...