Minggu, 30 Juni 2013

berhenti menulis dulu

lewat jam 14.00 aku masi saja mengurung diri di kamar tak ada aktivitas jelas yang kulakukan hanya menatap layar laptop sembari 'memijit-mijit kyboard, kulihat di layar kanan laptopku ada secuir kertas yang masi menempel, ya itu tulisanku dulu. dalam kertas itu tertulis "ayo menulis apa hari ini?" dengan tersenyum aku jawab pada kertas itu, hari ini aku takan menulis apa-apa, rehat sejenak rasanya masih cape. malum kemarin aku dan kawan-kawanku telah berpergian menengok adik-adik seperjuanganku yang hendak Kuliah Praktik Bermasyarakat (KPB). 


Berawal dari kerinduan kami pada adik seperjuangan kami tekadkan untuk menyempatkan diri untuk menjenguknya. kami sepakat untuk berangkat pada hari jumat pukul 16.00 namun karena memang ada sebagian teman saya yang masi mengemban tugas, maka rencana keberangkatan di undur hingga akhirnya kami berangkat pada pukul 17.45. 

Kami berhenti sejenak di kediaman ku yang bertempat di Lembang, di sana aku dan teman-temanku bergantian melaksanakan sholat magrib yang tinggal sbntar lagi habis dimakan detik. usai sholat seperti biasa kami mulai bercengkrama, saat itu salah satu dari kami mulai membuka candaan dengan lelucon yang khas, yah candaan yang selalu saja memojokan salah satu pihak dari kami, namun candaan seperti itu tak membuat kami sakit hati ketika menjadi objek derita, melainkan kami anggap itu sebagai pengerat keakraban kami.
Kenyang dengan obrolan dan candaan, kami mulai melanjutkan perjalanan menuju tempat dimana adik-adik seperjuangan kami melaksanakan tugas. dua jam kemudian kami sampai di tempat yang dituju, namun ketika kami sampai di tempat itu, tak ada seorangpun yang kami temui, kami hanya di sambut dengan spanduk "posko KPB" yah mau bagai mana lagi mungkin kami ke malaman datang jadi mungkin mereka sudah tidur. tak mau mengetuk pintu, salah satu dari kami mengeluarkan ponsel dan mencoba menelpon seseorang. saat itu adik kami Septian menjawab tlpon yang kami harapkan. "ya, kami masih rapat, tunggu dulu di dpan posko, saya ksana sekarang kak" kurang lebih seperti itulah jawabannya. tak lama menunggu terlihat seseorang berkendaraan motor mendekati kami, yah itu Septian adik seperjuangan kami di himpunan, tanpa berpikir lama, dia menghampiri kami dan mulai menyalami kami satu persatu, lalu kami dipersilakan untuk masuk ke dalam rumah. 

Sela lima menit, kakak kami yag kebetulan menjadi pembimbing kpb desa itu datang, bergantian kami menyalami. terlihat raut wajah yang kiranya membuat hati tenang pada kakak dan adik kami itu. entah berapa lama kami mulai bercerita, hingga akhirnya kakak kami yang kebetulan sedang menjadi pembimbing kpb di desa lainpun menyempatkan datang ke posko. lengkap rasanya, ketika kami mulai berbagi cerita.
Rasa lelah kemudian mengalahkan kami, satu persatu dari kami meninggalkan obrolan dan memilih merebahkan kelelahannya, hingga akupun lupa apa yang terjadi setelah itu. ...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...