lewat jam 14.00 aku masi
saja mengurung diri di kamar tak ada aktivitas jelas yang kulakukan hanya
menatap layar laptop sembari 'memijit-mijit kyboard, kulihat di layar
kanan laptopku ada secuir kertas yang masi menempel, ya itu tulisanku dulu.
dalam kertas itu tertulis "ayo menulis apa hari ini?" dengan
tersenyum aku jawab pada kertas itu, hari ini aku takan menulis apa-apa, rehat
sejenak rasanya masih cape. malum kemarin aku dan kawan-kawanku telah
berpergian menengok adik-adik seperjuanganku yang hendak Kuliah Praktik
Bermasyarakat (KPB).
Berawal dari kerinduan kami
pada adik seperjuangan kami tekadkan untuk menyempatkan diri untuk
menjenguknya. kami sepakat untuk berangkat pada hari jumat pukul 16.00 namun
karena memang ada sebagian teman saya yang masi mengemban tugas, maka rencana
keberangkatan di undur hingga akhirnya kami berangkat pada pukul 17.45.
Kami berhenti sejenak di
kediaman ku yang bertempat di Lembang, di sana aku dan teman-temanku bergantian
melaksanakan sholat magrib yang tinggal sbntar lagi habis dimakan detik. usai
sholat seperti biasa kami mulai bercengkrama, saat itu salah satu dari kami
mulai membuka candaan dengan lelucon yang khas, yah candaan yang selalu saja
memojokan salah satu pihak dari kami, namun candaan seperti itu tak membuat
kami sakit hati ketika menjadi objek derita, melainkan kami anggap itu sebagai
pengerat keakraban kami.
Kenyang dengan obrolan dan
candaan, kami mulai melanjutkan perjalanan menuju tempat dimana adik-adik
seperjuangan kami melaksanakan tugas. dua jam kemudian kami sampai di tempat
yang dituju, namun ketika kami sampai di tempat itu, tak ada seorangpun yang
kami temui, kami hanya di sambut dengan spanduk "posko KPB" yah mau
bagai mana lagi mungkin kami ke malaman datang jadi mungkin mereka sudah tidur.
tak mau mengetuk pintu, salah satu dari kami mengeluarkan ponsel dan mencoba
menelpon seseorang. saat itu adik kami Septian menjawab tlpon yang kami
harapkan. "ya, kami masih rapat, tunggu dulu di dpan posko, saya ksana
sekarang kak" kurang lebih seperti itulah jawabannya. tak lama menunggu
terlihat seseorang berkendaraan motor mendekati kami, yah itu Septian adik
seperjuangan kami di himpunan, tanpa berpikir lama, dia menghampiri kami dan
mulai menyalami kami satu persatu, lalu kami dipersilakan untuk masuk ke dalam
rumah.
Sela lima menit, kakak kami
yag kebetulan menjadi pembimbing kpb desa itu datang, bergantian kami menyalami.
terlihat raut wajah yang kiranya membuat hati tenang pada kakak dan adik kami
itu. entah berapa lama kami mulai bercerita, hingga akhirnya kakak kami yang
kebetulan sedang menjadi pembimbing kpb di desa lainpun menyempatkan datang ke
posko. lengkap rasanya, ketika kami mulai berbagi cerita.
Rasa lelah kemudian
mengalahkan kami, satu persatu dari kami meninggalkan obrolan dan memilih
merebahkan kelelahannya, hingga akupun lupa apa yang terjadi setelah itu. ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar