Hari
yang cukup cerah untuk mengawali ospek yang dilaksanakan oleh Universitas
Pasundan Bandung (Unpas), saat itu Aku dan Agung mulai beradaptasi dengan
lingkungan yang baru Aku kenal, Aku dan Agung merupakan mahasiswa baru yang
saat itu sedang melegalkan dirinya untuk di akui sebagai salah satu mahasiswa
di universitas itu. Kira-kira pukul 07.00 wib.
Aku dan Agung beserta mahasiswa baru dibariskan di halaman parkir depan gedung
FKIP Unpas, mataharipun menyapa semua mahasiswa baru yang sedang berbaris
rapih, tapi ternyata tatibpun tidak mau kalah terhadap sambutan matahari,
tatibpun mulai menyapa pada Aku yang sedang berbaris, tentunya sangat berbeda
jika matahari menyapa mahasiswa baru dengan sentuhan hangatnya, sedangkan para
tatib menyapa Aku dengan makian dan sikap yang
memanaskan hati.
“heii,,, kamu
baris yang rapih!” tegur tatib padaku
“ukh,
padahal perasaan aku sudah baris dengan rapih, tapi masi saja kena omel,
dasar!” gerutuku.
Selang
beberapa jam, Akupun mulai dibagi kelompok dan tanpa terduga Aku dan Agung terbentuk dalam kelompok yang sama, tanpa
pikir panjang karena takut kena marah lagi Aku dan Agungpun mulai bersatu
dengan anggota kelompok lainnya,
dibawah tebing yang cukup kokoh dan di samping pepohonan yang menyaring
datangnya sinar matahari langsung menyapa
kulit kami, ada seseorang yang menghampiri dan
menyodorkan tangan kanannya pada Agung dan Aku, saat itu pula Aku mulai
berkenalan.